Friday, April 23, 2010

BUKAN "saya ingin mencintai ALLAH" tapi "saya ingin dicintai ALLAH" Share

ada tiga macam hamba:

1. kaum yang menyembah allah karena takut, yang demikian itu adalah ibadah para hamba sahaya..
2. kaum yang menyembah hanya untuk mengharapkan imbalan, yang sedemikian itu ialah ibadah para pedagang..
3. kaum yang menyembah allah disebabkan oleh rasa cinta, maka itulah ibadah orang yang merdeka .
ialah yang paling utama

Tapi cinta kepada Allah tidak akan tumbuh sebelum seorang hamba merasa takut kepada siksa Allah
dan harap kepada surga Allah.
Banyak orang mengatakan "Saya mencintai Allah" tapi benarkah Allah mencintainya??
Padahal orang itu tidak takut sedikitpun kepada Allah.

"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka
selalu berdo'a kepada Rabbnya Dengan penuh rasa TAKUT dan HARAP,
serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan." (QS. As Sajdah : 16)

Cinta kepada Allah yang benar adalah jika hamba tersebut sudah dicintai Allah,
maka Allah akan menjadikan dalam hati orang tersebut rasa cinta kepada Allah dan agamanya.


Syarat Cinta kepada Allah adalah mengamalkan sunnah Rosulullah dan benar - benar mengikuti
setiap langkahnya.

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Nabi SAW),
niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang." (QS. Ali Imran : 31)... Read More

Dan satu - satunya cara mengikuti Rosulullah adalah dengan mengetahui
hadits - haditsnya, mempelajari Sirah Rosulullah dan para sahabat.
Mencintai Rosulullah dan para Sahabat.

Banyak orang berkata, “Saya mencintai Allah”.

Padahal yang baik adalah, “Ya Allah jadikanlah hamba mencintaiMU”.

Kenapa??
Karena jika seorang hamba dicintai Allah, maka Allah akan menjadikan hamba itu mencintaiNya....


Rosulullah Shalallahu'alaihi was salam bersabda,

"Sesungguhnya Allah berfirman:

“Barangsiapa memusuhi wali-Ku maka akan aku umumkan perang terhadapnya. Dan tidaklah
hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang Aku
wajibkan kepadanya. Dan tetap hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan NAWAFIL
(yang sunat-sunat) hingga Aku mencintainya.
Maka jika Aku telah mencintainya maka Aku-lah pendengarannya yang dia pakai untuk
mendengar, pandangannya yang dia pakai untuk memandang, tangannya yang dia pakai
untuk memukul, dan kakinya yang dia pakai untuk berjalan.
Kalau dia meminta kepada-Ku pasti akan Aku beri dan kalau meminta perlindungan kepada-Ku
pasti akan Aku lindungi.” (HR. Bukhari)

Siapakah wali - wali Allah,

Pertama adalah para sahabat Nabi Shalallahu'alaihi was Salam, seperti Khalifah yang empat yaitu
Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali;

Ahlul Bait misalnya isteri-isteri Rosulullah, putera - puteri Rosulullah, keluarga Ali,
keluarga Abbas;
Sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk surga;
Yang ikut perang Badar;
Yang ikut baiat Baitur Ridhwan, dan banyak lagi
semuanya dari kalangan Sahabat Nabi Shalallahu'alaihi was Salam.

Kedua adalah para tabiin yang mengikuti golongan pertama,
seperti Imam Hasan al Basri, Mujahid, Atha bin Aby Rabbah, Ikrimah Maula Ibnu Abbas,
Thawus bin Kaisan Al-Yamany, Salim bin Abdullah bin Umar dan masih banyak lagi....


Ketiga adalah para tabiit tabiin yang mengikuti golongan sebelumnya.
Imam Mahzab yang Empat, Imam Hadits semisal Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dll.
Imam Mujtahid, semisal Imam ibnu Hajar al Asqolani, Imam Nawawi, Syaikhul Islam.

Keempat adalah para Ulama yang mengikuti manhaj mereka. Terutama dalam manhaj Aqidah.


"Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya).
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. Faathir : 28)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“... Abu Bakar di Jannah (surga), Umar di Jannah, Ustman di Jannah, Ali di Jannah,
Thalhah di Jannah, Zubair di Jannah, Abdurrahman bin ‘Auf di Jannah, Sa’d di Jannah,
Sa’id di Jannah, dan Abu ‘Ubaidah di Jannah" (HR. Tirmidzi)

No comments:

Post a Comment