kepada kamu,
dengan penuh kebencian.
aku benci jatuh cinta.
aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu,
tersenyum malu-malu,
dan menebak-nebak,
selalu menebak-nebak.
aku benci deg-degan menunggu kamu online.
dan disaat kamu muncul,
aku akan tiduran tengkurap,
bantal dibawah dagu,
lalu berpikir,
tersenyum,
dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu,
di seberang sana,
bisa tertawa.
karena,
kata orang,
cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa.
mudah-mudahan itu benar.
aku benci terkejut melihat smsmu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya,
menghapusnya,
memikirkan kata demi kata.
aku benci ketika jatuh cinta,
semua detail yang aku ucapkan,
kirimkan,
tuliskan ke kamu menjadi penting,
seolah-olah harus tanpa cacat,
atau aku bisa jadi kehilangan kamu.
aku benci harus berada dalam posisi seperti itu.
tapi aku tidak bisa menawar, ya?
aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu.
apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa
yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri?
aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu..
tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan,
"hey! ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnyakamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,"
harus dimentahkan oleh hati yang berkata,
"jangan hiraukan logikamu."
aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu.
kesalahan yang secara desparate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna,
kamu bisa saja tanpa cela,
dan aku,
bisa saja benar-benar jatuh hati kepada kamu.
aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu.
Demi Tuhan,
aku benci jatuh cinta kepada kamu.
karena,
di dalam perasaan menggebu-gebu ini;
di balik semua rasa kangen,
takut,
canggung,
yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan..
aku takut sendirian.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment